Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts

Wednesday, October 21, 2009

Tempat Menakutkan

Bosen ke tempat-tempat biasa di luar negeri?? Coba sekali-sekali 'bertualang' ke tempat-tempat menakutkan aja,
Mengunjungi tempat-tempat yang menakutkan adalah tentang pergi ke lokasi di mana roh-roh orang mati masih berkeliaran di dunia. Bahkan lebih menakutkan adalah tempat-tempat itu penuh dengan roh-roh dunia lain yang bukan manusia.

The Screaming Tunnel, Warner Road Canada

Legenda lokal menceritakan bahwa terowongan ini dihantui oleh hantu gadis muda, yang melarikan diri dengan pakaian terbakar dari bangunan peternakan yang terbakar lalu meninggal di dalam dinding terowongan. Beberapa varian dari legenda lokal lainnya adalah gadis itu dibakar oleh ayah nya yang marah setelah ia kehilangan hak asuh anak-anaknya setelah perceraian. Cerita lainnya tentang seorang gadis muda yang diperkosa di dalam terowongan dan tubuhnya dibakar untuk menghilangkan jejak. Yang jelas terowongan tersebut selalu terdengar jeritan gadis muda yang sekarat, diakui fenomena ini diduga menjadi asal nama terowongan itu.

Bessie Little Bridge, Dayton

Hantu seorang gadis bernama Bessie dibunuh dijembatan ini selalu kembali secara teratur ke jembatan ini di Ridge Street. Dia dibunuh di sana pada 27 Agustus 1896, oleh pacarnya, Albert J. Frantz. Bessie sedang hamil dan Albert tidak mau harus menikahinya, jadi ia menembak kepalanya dan mengatur adegan ini agar ia tewas seperti bunuh diri. Untuk beberapa alasan, bagaimanapun, dia menembaknya dua kali, sehingga jelas bahwa dia tidak melakukannya sendiri. Pada 19 November 1897, Albert J. Frantz # 28.896 diikat ke kursi listrik di Lembaga Pemasyarakatan di Columbus Ohio dan dihukum mati untuk pembunuhan tingkat pertama. Kembali ke Montgomery County, hantu Bessie Little terus menghantui jembatan.

Ohio University, Amerika

Wilson Hall, terkenal seorang gadis (diduga penyihir) yang bunuh diri beberapa saat setelah menulis tentang setan dan hal-hal supranatural di dinding dalam ruangan dengan darahnya sendiri. Lima kuburan yang membentuk sebuah pentagram yang mengelilingi kampus, dengan gedung administrasi berada di tengah-tengah tanda setan. Washington Hall, yang terkenal dengan asrama pemain tim basket yang semuanya tewas secara tragis akibat tabrakan hebat, hantu mereka masih menghantui lorong, dan kadang-kadang kita dapat mendengar mereka menggiring bola. Katakomba Jefferson Hall, di mana banyak penampakan hantu telah terjadi. Dan akhirnya di punggung bukit terdapat rumah sakit jiwa yang dikenal selama ribuan labotamies dan elektro terapi kejut. Selain itu, seorang pasien menghilang, dan ditemukan lima minggu kemudian, tubuhnya membusuk di lantai dan meninggalkan noda yang menguraikan tubuhnya. Noda ini masih dapat dilihat sampai sekarang.

Kelly Road, Ohioville, Pennsylvania

satu mil dari Kelly Road, Ohioville, Pennsylvania adalah daerah yang memiliki banyak laporan tentang kegiatan paranormal dan kejadian-kejadian aneh. Laporan mengatakan bahwa ketika hewan memasuki kawasan angker ini di sebelah bentangan jalan, mereka tiba-tiba dari yang tadinya biasa, setelah kembali terdapat luka-luka kekerasan dan bahkan orang-orang. Jalan ini dikelilingi dengan kegelapan, kabut tebal dan hutan menyeramkan dimana penampakan putih dan suara-suara yang tidak dapat dijelaskan. Tidak seorang pun yang tahu pasti mengapa bagian pendek jalan ini berhantu tetapi teori menyatakan bahwa tempat ini dapat dihubungkan dengan kultus dan kutukan yang terjadi di daerah ini di masa lalu.

Alcatraz Prison, San Francisco

Pulau Alcatraz, diyakini sebagai tempat iblis oleh penduduk asli Amerika, telah berabad-abad menjadi tempat dari kecelakaan, pembunuhan, dan bunuh diri. Dengan sejarah gelap ini, tak heran Alcatraz dikatakan menjadi salah satu tempat yang paling berhantu. Jika hantu, menghantui kembali ke tempat di mana mereka mengalami pengalaman traumatis ketika mereka masih hidup, maka Alcatraz pasti penuh sesak dengan roh-roh. Selama bertahun-tahun ada laporan tentang kejadian misterius di Pulau Alcatraz. Laporan-laporan ini berasal dari pengunjung, mantan penjaga, mantan tahanan, dan karyawan taman nasional .
Pada malam-malam berkabut Sering terlihat penampakan mercusuar yang dibangun pada tahun 1854 dan hancur akibat gempa San francisco tahun 1906 yang muncul dengan kedipan lampu hjau disertai suara gemerincing, jeritan, tangisan dan tiba-tiba hilang kembali.

Edinburgh Castle, Edinburgh, Scotland

Istana megah Abad Pertengahan ini bertengger di atas batu karang, memberikan pemandangan yang menakjubkan dari perbukitan Skotlandia . Tapi di dalam ruang kosong dan jalan-jalan sempit Edinburgh, ada gema kematian. Paling tidak, itulah yang telah dilaporkan. Tempat-tempat menyeramkan daiantaranya benteng sel penjara, kubah Jembatan Selatan dan bekas jalan yang digunakan untuk karantina bagi koraban-korban wabah Black Death. Ada juga laporan hantu anjing, drumer tanpa kepala, dan mayat tahanan dari perang tujuh tahun dengan Perancis dan Perang Kemerdekaan Amerika.

link blog : hantu binal

Monday, October 19, 2009

Misteri Segita Bermuda




Sebenarnya tempat misteri ini bukanlah berbentuk segitiga sebenar, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imaginasi sahaja. Bila kita ambil peta, kita buka di bahagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika. Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, iaitu di sebuah danau yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.
Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tidak melihat air. Disimpulkan, di dasar laut sana terdapat sebuah medan magnetik yang kuat, yang mampu mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut.

Tidak cukup bila menghuraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tidak menjurus pada penyelesaian. Pelbagai teori serta andaian mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di ruang udaranya terdapat gangguan atmosfera yang berupa “lubang di langit”. Kemungkinan pesawat-pesawat udara telah masuk ke dalamnya serta hilang tanpa dikesan. Dari misteri "Lubang di Langit" ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia ini dengan dimensi lain. Lubang di Langit tersebut dianggap semacam alat perhubungan seperti di dalam filem Star Trek. Ataukah Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Malah hasilnya hanya pertanyaan tanpa jawapan.

Terdapat sebuah tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Banyak yang belum diketahui tentang misteri Segitiga Bermuda. Ada orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Ogos 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban ? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan di situ atau angin taufan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada siapa yang tahu.




Kononnya di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah zaman ais berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya besar. Banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang disedut ke dalam blue hole itu, dan yang anehnya kapal-kapal kecil itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini mampu menelan kapal besar ke dasar lautan?

Benarkah KIAMAT pada 21 Dec 2012?


Kumpulan-kumpulan terus hidup (survival groups) seluruh dunia bersiap sedia dan mengira ketibaannya satu tarikh yang misteri yang telah selama beribu ribu tahun menjangkakan sesuatu akan berlaku pada : Dec. 21, 2012.

Mereka yang mendakwa wahyu akan berlaku pada Dec. 21, 2012, berdasarkan kepercayaan mereka pada sekeping kalendar yang direka oleh kaum Mayans diMexico yang kehancurannya (gambar). Tamadun purba yang terkenal dalam kehebatan matematik dan astronomi yang maju.

DiSeluruh Amerika Syarikat, Kanada dan seluruh Eropah, mazhab-mazhab dan individu-individu yang mempercayai ramalan tersebut berkata bahawa itulah harinya dunia yang kita tahu akan berakhir, laporan-laporan ABCnews.com.

Mayan yang purba, dikenali sebagai ahli matematik dan astronomi yang sangat maju, mengikuti satu "kiraan panjang" kalendar yang berakhir dalam 5,126 tahun. Apabila carta-carta mereka diterjemahkan pada kalendar Gregory yang bertaraf antarabangsa yang digunakan hari ini, tarikh terakhirnya ialah pada Dec. 21, 2012.

Ahli-ahli saintis telah cuba untuk menghapuskan senario hari kiamat ini sebagai telekan yang tak berasas, tetapi ianya jelas dengan adanya beribu-ribu orang yang menganggap kemungkinan suatu bencana akan berlaku diseluruh dunia pada tarikh itu amatlah benar.

"Anda perlu faham, tiada apa-apa yang akan tinggal," Patrick Geryl memberitahu ABC News. "Kita terpaksa mulakan seluruh peradaban baru daripada akar semula." Geryl, seorang bekas pekerja makmal yang berumur 53 tahun dan tinggal di Belgium, dia telah berhenti kerja sejak dua tahun yang lepas setelah dapat menabung wang yang cukup untuk bertahan sehingga Disember 2012. Dia sekarang terus hidup dengan menyimpan bekalan yang dicatatkan dalam senarainya yang setebal 11 mukasurat.

Ianya bukan Geryl seorang sahaja yang mencari jawapannya. Yang mencari "2012 the end of the world" pada Google meningkat sehingga hampir 700,000 orang dalam carian kegemaran ramai. Lebih daripada 6,500 video mengenai tarikh tersebut telah diposkan di YouTube. Terdapat juga buku-buku yang tak terkira bilangannya mengenai topik tersebut, banyak yang diterbitkan dalam mengikuti kejayaan buku Daniel Pinchbeck "2012: The Return of Quetzalcoatl," yang telah menjual beribu-ribu naskah setiap bulan sejak ianya dikeluarkan pada akhir Mei.

2008: Berdozen ahli-ahli kultus hari kiamat Rusia (gambar) meninggalkan lobang sulit korekan bawah tanah dekat kampung Nikolskoe, Rusia, pada Mac, setelah bersembunyi didalam lobang tersebut selama kira-kira enam bulan. Yang lain-lain masih tidak balik, masih menunggu hari untuk dunia berakhir pada bulan Mei.

Tapi apakah yang difikirkan oleh penganut-penganut kepercayaan ini akan berlaku pada Dec. 21, 2012? Ada sesetengah orang berkata satu pembalikan kutub akan berlaku, di mana kutub utara menjadi selatan, di mana matahari akan timbul di barat, mencetuskan bencana pada alam sekitar diseluruh dunia. Ada sumber-sumber lain yang berkata, ianya tanda tarikh satu pembangkitan rohaniah akan berlaku seluruh dunia.

Pakar ketawakan kepercayaan ini. "Ramalan-ramalan takdir ini betul-betul tidak mempunyai sebarang asas dalam apa yang kita tahu mengenai Maya," kata Stephen Houston, seorang profesor antropologi di Brown University dan seorang pakar dalam tulisan hieroglif Maya. "Catatan-catatan Maya hampir tidak menceritakan tentang acara ini." Katanya Mayans melihat kalendar mereka berakhir pada tarikh tersebut, tetapi akan bermula semula tanpa ada apa-apa malapetaka.

"Betul-betul, ianya adalah satu penukaran kebimbangan orang-orang zaman ini, dan yang sesetengah mencari mitos lama untuk panduan atau ramalannya," katanya. "People like to believe that ancient wisdom is somehow predicting this time of upheaval."

Cara melihat hantu


Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin
tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam. Yang lebih modern, aura
dapat terlihat jelas lewat hasil jepretan kamera kirlian. Tapi tahukah,
aura sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Tips berikut ini
akan memandunya. Namun sebelum kita ulas lebih jauh, ada baiknya kita
temgok sejenak mengenai apa dan bagaimana sifat aura itu. Maksudnya
agar kita tidak berpijak pada pemahaman yang salah.

Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :

Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan kepribadian seseorang.

Aura
manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan
seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang
berbeda.

Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit maupun dengan tongkat deteksi.

Aura
seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan
sehingga dapat bertambah maupun dapat berkurang karena faktor
lingkungan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :

Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.

Olahraga yang cukup dan teratur.

Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.

Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.

Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.

Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih sayang.

Sekarang,
mari kita mulai latihan melihat aura. Sebelum melihat aura orang lain,
ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan demi kesempurnaan
hasil.

1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan

Carilah
tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2
meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama
mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga
terasa hangat. Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri
saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan
tadi 30 cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih.
Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh.
Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis
cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan

Tariklah
nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1.
Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih.
Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari
tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah
aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut
dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri

Letakkanlah
cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar
belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon.
Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah
sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin.
Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh,
namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok.
Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala
dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali
terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan
warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang
sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak
berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain

Mintalah
bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok
yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat
remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan
objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu
objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek.
Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh
tubuh objek akan memancarkan warna aura.

Sunday, October 18, 2009

kenali pocong


Berikut Info tentang Pocong

Wednesday, October 14, 2009

MISTIK MAGIS DAN KEBUDAYAAN ESOK

MISTIK MAGIS DAN KEBUDAYAAN ESOK
Oleh Yayan Sopyan

Sefiktif dan seimajiner apapun isi ceritanya dan bagaimanapun kualitasnya, sebuah film selalu membuka pintu bagi siapapun yang ingin mengintip satu dua ruas kenyataan dalam masyarakat yang menjadi latar kisahnya. Dalam film "Mustika Pemikat", misalnya, kita dapat melihat gambaran betapa kepercayaan dan praktek mistik magis masih sangat dipercaya dan terus berlangsung dalam masyarakat. Lewat film ini pula tergambar bahwa praktek mistik magis bukan saja merupakan urusan masyarakat ndeso yang belum terjamah modernitas, melainkan juga warga kota elit lengkap dengan perabot atribut dan gaya hidup modernnya.

Fenomena demikian agaknya bukan sekedar isapan jempol. Barangkali, misalnya, belum terlalu usang untuk mengingat pernyataan Mendaori Rudini di Riau 1988 bahwa banyak aparat pemerintah yang masih menggunakan jasa dukun untuk menghadapi kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. Sungguh sukar dibantah bahwa praktek mistik magis merupakan warisan budaya yang paling mampu bertahan dalam masyarakat sampai saat ini.

Memang hal ini tidak semata-mata menimpa kebudayaan kita, namun juga pada kelompok budaya manapun. Maklum, seperti kata Cassirer, "Magi kehilangan dasar hidupnya melalui proses yang lamban". Permakluman seperti itu membuat praktek mistik magis dianggap sebagai sesuatu yang lumrah, bahkan berhasil memalingkan wajah kita dari persoalan implikatifnya.

Sebagai sebuah kenyataan dalam cakrawala hidup, keberadaan daya-daya gaib -dengan atau tanpa mistik magis- tak bisa ditampik. Namun itu tidak berarti harus melupakan dampak-dampak yang muncul dari penggunaannya secara sosial. Kita tentu masih ingat betapa repotnya seorang ibu dari Gunungkidul menghadapi tuduhan bahwa ia memelihara tuyul yang menggerogoti uang tetangganya (Bernas, 15/8/91). Nasib si ibu ini masih terhitung baik karena ia 'hanya' merasa tercemar nama baiknya. Ia tidak mengalami nasib yang lebih buruk seperti yang menimpa orang-orang yang dituduh sebagai dukun teluh/santet dengan berujung pada pembunuhan yang sadis.

Persoalannya pun lebih dari sekedar menyangkut etika maupun ketepatgunaan mistik magis bagi masa kini. Sehingga jika mencoba berikhtiar untuk mengelola daya-daya gaib untuk kepentingan yang sesuai dengan tema zaman seperti yang dilontarkan oleh seorang anggota DPR pada suatu public hearing Januari 1973, sebetulnya sangat tergesa-gesa dan reaktif. Persoalannya menjadi lebih luas lagi karena kepercayaan dan praktek mistik magis melibatkan watak penalaran dan kodrat sosial tertentu dalam pusat kendali kesadaran dan tindakan manusia sebagai pelaku kebudayaan, sehingga sekaligus membentuk corak kebudayaan tertentu.

Mistik Vs Ilmu

Kata "mistik", menurut de Jong, seperti juga kata "misteri" berasal dari kata kerja Yunani "mu-ein" yang mempunyai dua arti. Arti pertama adalah menutup mata dan mulut, dan arti kedua adalah mengantarkan seseorang ke dalam suatu rahasia lewat upacara. Pada awal penggunaannya di Barat pada abad ke-5 kata "mystical" menunjukkan suatu corak teologi yang hanya mengindahkan pendekatan yang melampaui akal dan pengalaman manusia. Pada pendekatan etimologis ini tampak bahwa mistik tak akrab dengan corak berpikir analitis akali yang menjadi watak ilmu pengetahuan.

Benar bahwa ada pakar kebudayaan yang memandang mistik magis sebagai benih-benih aktivitas teoritis dan ilmiah yang muncul dari rasa heran manusia. Namun pada magi, rasa heran tersebut tidak mampu menyingkap sebab-musabab yang sesungguhnya, bahkan menjebak orang untuk puas dengan sebab-musabab khayali. Pengetahuan dalam arti yang dipahami zaman sekarang, tak mampu dicapai lewat magi. Kalaupun belakangan terdapat upaya-upaya yang sukses dalam memerikan secara ilmiah fenomena daya-daya gaib maka pada saat bersamaan hal tersebut telah menjadi kenyataan ilmiah di luar magi.

Sampai langkah ini saja sudah dapat teraba potensi konfrontasi antara watak penalaran mistik magis dengan trend zaman sekarang yang berpihak pada corak berpikir analitis akali. Terlebih lagi karena ternyata telah terjadi pembalikan teori Malinowski yang menyebutkan bahwa magi hanya beraksi kalau pengetahuan gagal, menjadi bahwa berkembangnya magi telah menghambat perkembangan ilmu pengetahuan.

Ilustrasi mengenai hal tersebut sangat jelas pada isu Perang Santet yang berkembang di Bangka beberapa waktu lalu (Tempo, 25/5/91). Isu ini bermula dari berjangkitnya wabah aneh dengan simpton bahwa si penderita suka meracau, kejang-kejang, pendarahan dan tak jarang diakhiri dengan kematian. Dengan kepercayaan kepada mistik magis masyarakat setempat menafsirkannya sebagai hasil dari perang santet antar dukun. Padahal menurut Kepala Puskesmas setempat, penyakit tersebut merupakan wabah malaria.

Dalam hal ini, sekali lagi, kepercayaan dan praktek-praktek mistik magis secara luas menghindarkan orang dari telaah akali, yang menjadi salah satu corak kebudayaan umat manusia kini dan esok. Persoalannya bukan terletak pada bagaimana kebudayaan kita bisa beriringan dengan trend kebudayaan dunia belaka. Melainkan bahwa sampai saat ini terbukti ilmu pengetahuan masih sanggup memberikan konstribusinya yang besar kepada kebudayaan dan peradaban umat manusia.

Watak berpikir akali dalam ilmu pengetahuan telah memungkinkan manusia untuk melakukan petualangan dan penjelajahan dalam semesta kehidupan sambil terus menerus membuka wawasan baru pengalamannya. Cahaya akal mempunyai watak kritis, evaluatif dan selalu disertai dengan semangat menisbikan batas-batas kemampuan manusia sehingga sejarah kebudayaan dan peradaban manusia selalu ditandai dengan terbukanya hubungan-hubungan baru. Watak ilmu pengetahuan adalah memahami dan mengelola fakta-fakta lama maupun fakta-fakta baru yang ditemukan, karena cahaya akal menolak setiap kekuatan yang mencoba meresap diri manusia kedalam alam semesta.

Jarak antara manusia dan alam semesta tersebut sama sekali tak dapat ditemukan pada watak penalaran mistik magis. Dalam mistik magis, manusia lebur kedalam alam semesta. Tinggallah dua kemungkinan dalam hal ini, yakni manusia menyerap atau diserap oleh daya-daya alam. Dalam pada itu kebudayaan kemudian digiring kepada etika yang mengunggulkan sikap dan tindakan menguasai. Konsep kekuasaan dalam mistik magis memiliki corak yang berbeda dengan pemahamannnya dalam ilmu pengetahuan. Ignas Kleden melihat magi sebagai bersifat estetis, namun kiranya lebih tepat memahaminya -termasuk soal kekuasaan- sebagai bersifat emotif. Hal ini tampak pada persepsi dan praktek-prakteknya, seperti ditulis Cassirer, "Hanya jika mengalami ketegangan emosional yang luar biasa, maka manusia mencari bantuan pada upacara magis".

Walhasil, kepercayaan dan praktek mistik magis secara luas dalam masyrakat memoles corak emosional yang dominan dalam kebudayaannnya. Tantangan-tantangan dalam kebudayaan yang didominasi emosi terletak pada kualitas dan kuantitas dari kreativitas dan juga pada komunikasi dan kodrat sosial. Ini tidak berati bahwa ketika kepercayaan dan praktek mistik magis lebih besar dari saat ini kebudayaan manusia tidak memiliki daya-daya kreatif sama sekali. Bukan begitu.Kalaupun kreativitas lahir dalam kebudayaan yang emosional maka ia mempunyai batas-batas tertentu. Dalam kebudayaan yang emosional kreativitas hanya akan muncul sejauh berhubungan dan menuju sesuatu yang primordial. Begitu keluar dari wilayah-wilayah primordial, kreativitas tersebut seakan-akan mengalami aborsi.Berikutnya, kreativitas pada kebudayaan emosional gaya mistik magis dicirikan dengan kekeruhan. Dalam arti bahwa pada rea~ivitas jenis ini sangat sukar untuk membedakan antara invensi dan luapan kesedihan, kegembiraan, kecemasan, kenyamanan, kemarahan, keheranan, maupun innoncence. Kalaupun berhasil dipilah diantara keduanya, namun akan tetap ditemukan kesukaran dalam memetakan pola hubungan timbal-baliknya.

Contoh menarik dari perilaku sosial yang berhulu pada kebudayaan emosional adalah kasus tabloid Monitor, baik pada saat kejayaannya maupun keambrukannya. Siapapun sukar menyangkal bahwa pada masa jayanya tabloid Monitor merupakan salah satu produk pers nasional yang cukup diminati banyak orang. Dalam fenomena ini sukar sekali memilah antara terpuaskannya emosi pembaca dengan invensi para koki tabloid tersebut dalam meracik konsep jurnalisme Lher-nya yang tergolong baru untuk ukuran pers kita. Begitu pula sebaliknya ketika histeria umat menandai keamburakannya, sungguh sukar mencari garis pemisah antara emosi primordial dan kebencian terhadap pornografi dengan keinginan membangun konsep jurnalisme yang sehat dalam pers nasional. Betapapun, barulah belakangan banyak orang tersadar bahwa pencabutan SIUPP Monitor merupakan kemunduran dalam kehidupan pers nasional yang dipetik dari kekeruhan emosi massa.

Komunikasi dan Kodrat Sosial

Barangkali memang harus dicatat bahwa kepercayaan dan praktek mistik magis secara hakiki bercorak sosial. Sangat jarang atau bahkan tak ada mistik magis yang sejak awal keberangkatannya bercorak individual atau personal. Dan justru pada coraknya itulah muncul beberapa kerepotan sosial.

Kerepotan ini muncul, pertama-tama, dengan asumsi bahwa masyarakat saat ini semakin heterogen dalam berbagai hal. Sehingga dalam komunikasi sosial perlu suatu kesamaan bahasa yang mengatasi segala macam perbedaan, sebuah epistemologi sosial untuk merumuskan kenyataan obyektif. Dalam masyarakat modern hal tersebut ditunjukkan lewat kenyataan obyektif yang empirik dan akali. Dan kepercayaan dan praktek mistik magis tak bisa memenuhinya, karena watak penalarannya yang mengatasi akal dan pengalaman sehingga realitas pun nisbi secara subyektif.

Dengan demikian praduga-praduga sosial pun menjadi sukar dijernihkan. Bayangkanlah, betapa sulit pengadilan meng-iya-kan atau menolak tuduhan bahwa seseorang memelihara tuyul untuk mengeruk harta tetangganya jika, misalnya, kasus tuyul di Gunungkidul sempat naik ke pengadilan (Bernas, 15/8/91). Dan bukankah praduga-praduga sosial itu pula yang mengantar banyak orang yang dituduh dukun santet/teluh ke liang lahat, dan sekaligus menyeret warga kampung yang membunuhnya ke penjara dengan dakwaan melakukan tindak kriminal yang oleh mereka dianggap tindak kebajikan ?

Kesulitan lain, disamping dalam komunikasi sosial, terletak pada kodrat sosial yang diimplikasikan oleh kepercayaan dan praktek mistik magis. Implikasi sosial mistik magis adalah bahwa masyarakat tersusun dalam hirarki yang kekal. Instansi guru maupun dukun dalam praktek mistik magis adalah sosok sentral yang tertinggi dan tak terbantahkan, karena dialah satu-satu instansi yang terdekat dengan kekuatan supranatural. Sosok mereka analog dengan sosok 'orang yang tahu' dalam konsep politik Socrates, yang diklaim paling berhak memerintah dan wajib ditaati.

Dari sini sudah teraba betapa kepercayaan dan praktek mistik magis membuka jalan kepada kehidupan politik yang antidemokrasi secarq halus. Kenyataan-kenyataan supranatural yang diklaim hanya bisa didekati lewat kemampuan gaib para gurua dan dukun menjadi alat untuk melegitimasi kekuasannya yang mutlak. Disadari atau tidak, para klien dan murid mereka kehilangan 'hak suara'-nya.

Benar bahwa dalam diskursus mengenai mistik magis selalu dibedakan antara magi hitam dan magi putih. Artinya terdapat jenis praktek mistik magis yang dipandang masih bermanfaat. Dalih inilah yang juga sering membuat kita masih permisif bahkan ikut mempertahankannya.

Namun demikian sejak awal tulisan ini yang menjadi persoalan bukanlah manfaat dan tidaknya praktek mistik magis. Melainkan bahwa kepercayaan dan praktek mistik magis mempunyai logika dan kodrat kultural tertentu. Dan sampai pemaparan di atas terlihat bahwa hal tersebut dapat menjadi ganjalan bagi perjalanan menuju kebudayaan nasional esok yang lebih baik.

Pendidikan dan Demokratisasi

Betapapun, arah kebudayaan esok menantang bangsa ini untuk mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menunutut upaya humanisasi seluruh pelaku kebudayaan, yakni seluruh umat manusia. Dalam arti, kebudayaan esok bercirikan nilai-nilai dan struktur yang memungkinkan orang untuk mengumbar kreativitas secara merdeka untuk menyeimbangkan perkembangan lahir dan batinnya. Orientasi kebudayaan esok mengacu kepada penemuan-penemuan baru -lahir maupun batin- untuk membuat kehidupan umat manusia lebih nyaman, bukan kepada penguasaan antar manusia.

Kreativitas yang jernih menjadi kata kunci dalam kebudayaan esok.|Bangsa-bangsa yang kehilangan daya kreatif yang jernih karena mabuk oleh daya-daya gaib yang mistik, agaknya akan tergilas oleh putran roda sejarah kebudayaan masa depan. 'Tergilas' yang dimaksud disini adalah bahwa negara mereka hanya akan menjadi musium-hidup.

Oleh karenanya beberapa upaya memperkenalkan kebudayaan modern yang telah dilakukan selama ini patut mendapat dukungan dari sektor lain. Kiranya tak cukup hanya memeperkenalkan masyrakat dengan cerobong-cerobong asap, gedung-gedung kaca, komputer atau antena parabola. Yang terpenting agaknya adalah memalingkan muka masyarakat dari katup-katup mistik magis.Setidaknya terdapat dua hal yang mendorong orang membuka katup-katup mistik magis. Pertama, katup mistik magis terbuka pada saat orang tidak mempunyai referensi lain untuk membuka rahasia kehidupan. Dalam hal ini pendidikan ilmiah menjadi sangat penting untuk moncegahnya.

Namun pendidikan ilmiah harus dipandang sebagai syarat awal saja, yang tidak menjamin eliminasi terhadap mistik magis secara menyeluruh. Selama materinya masih membuat masyarakat terasing dari persoalannya yang nyata, pendidikan hanya menjadi gengsi tanpa mampu menjadi kacamata yang dapat menerangkan realitas. Jika manusia mulai sumpek dengan sampah ilmu pengetahuan maka mistik merupakan tempat persembunyian yang baik.

Dan lebih penting dari itu adalah mencegah munculnya frustrasi sosial yang ditimbulkan oleh tidak berfungsi serta berkembangnya berbagai institusi sosial, dan macetnya partisipasi sosial. Lagi-lagi, frustasi sosial pun menyulut masyarakat untuk meminjam kekuasaan lewat daya-daya gaib dalam praktek mistik magis demi meluruskan emosinya. Ketika kekuasaan yang timpang tak bisa dijelaskan maupun dibenahi secara tulus maka manusia pun tergoda untuk bermain kekuasaan sosial imajiner lewat daya-daya gaib.

Secara hakiki setiap orang menuntut kekuasaan, yang dengan itu ia mengekspresikan jati dirinya sebagai pelaku kebudayaan. Dalam arti bahwa setiap orang menuntut pengakuan atas kemampuannya dalam kehidupan sosial yang terimplementasi dari terbukanya kesempatan bagi partisipasi. Dengan demikian, masih adakah soal lain yang lebih mendesak selain keterbukaan dan demokratisasi?

http://www.yayan.com/artikel/fenomena/mistik-magis-dan-kebudayaan-esok.html

Saturday, October 10, 2009

Mysticism

Mysticism

Mysticism (from the Greek μυστικός, mystikos, an initiate of a mystery religion)[1] is the pursuit of communion with, identity with, or conscious awareness of an ultimate reality, divinity, spiritual truth, or God through direct experience, intuition, instinct or insight. Mysticism usually centers on a practice or practices intended to nurture those experiences or awareness. Mysticism may be dualistic, maintaining a distinction between the self and the divine, or may be nondualistic. Differing religious traditions have described this fundamental mystical experience in different ways:

Enlightenment or Illumination are generic English terms for the phenomenon, derived from the Latin illuminatio (applied to Christian prayer in the 15th century) and adopted in English translations of Buddhist texts, but used loosely to describe the state of mystical attainment regardless of faith.

Mystic traditions form sub-currents within larger religious traditions—such as Kabbalah within Judaism, Sufism within Islam, Vedanta and Kashmir Shaivism within Hinduism, Christian mysticism within Christianity—but are often treated skeptically and sometimes held separately, by more orthodox or mainstream groups within the given religion, due to the emphasis of the mystics on direct experience and living realization over doctrine. Mysticism is sometimes taken by skeptics or mainstream adherents as mere obfuscation, though mystics suggest they are offering clarity of a different order or kind. In fact, a basic premise of nearly every mystical path, regardless of religious affiliation, is that the experiences of divine consciousness, enlightenment and union with God that are made possible via mystical paths, are available to everyone who is willing to follow the practice of a given mystical system. Within a given mystical school, or path, it is much more likely for the mystical approach to be seen as a divine science, because of the direct, replicable elevation of consciousness the mystical approach can offer to anyone, regardless of previous spiritual or religious training.

Some mystic traditions can exclude the validity of other traditions. However, mystic traditions tend to be more accepting of other mystic traditions than the non-mystical versions of their traditions. This is based on the premise that the experienced divinity is able to bring other mystics to their own tradition if necessary. Some, but not all, mystics are even open to the idea that their tradition may not be the most practical version of mystic practice.

Most mystic traditions have both positive (+) and negative (-) values of mystical experience within their own tradition. One example of this is in the New Age tradition, which simply calls these values positive and negative energy. Another example is in the Jewish, Christian, and Muslim traditions, which would refer to these as the influence of good and evil spirits, or good and evil realms - in the case of an out of body experience.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mysticism

Friday, October 9, 2009

Halloween

Halloween

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Halloween
Halloween
Jack-o'-lantern
Also called All Hallows’ Eve
All Saints’ Eve
Observed by Numerous Western countries (see article)
Type Secular with roots in Christianity and paganism
Date October 31
Celebrations Varies by region but includes trick-or-treating, wearing costumes, ghost tours, apple bobbing, costume parties, carving jack-o'-lanterns
Related to Samhain, All Saints’ Day

Halloween (also spelled Hallowe'en) is a holiday celebrated on October 31.

It has roots in the Celtic festival of Samhain and the Christian holy day of All Saints’ Day. It is largely a secular celebration, but some have expressed strong feelings about perceived religious overtones.[1][2][3] Irish immigrants carried versions of the tradition to North America during Ireland's Great Famine of 1846.[4]

The day is often associated with orange and black, and is strongly associated with symbols like the jack-o'-lantern. Halloween activities include trick-or-treating, wearing costumes, ghost tours, bonfires, costume parties, visiting haunted attractions, carving jack-o'-lanterns, pranking people, reading scary stories, and watching horror movies.

Contents

[hide]

[edit] History

Snap-Apple Night by Daniel Maclise showing a Halloween party in Blarney, Ireland, in 1832. The young children on the right bob for apples. A couple in the center play Snap-Apple, which involves retrieving an apple hanging from a string. The couples at left play divination games. These games are common at Irish halloween parties still today.

Halloween has origins in the ancient Celtic festival known as Samhain [pronounced: sow- wen] (Irish pronunciation: [ˈsˠaunʲ]; from the Old Irish samhain, possibly derived from Gaulish samonios).[5] The festival of Samhain is a celebration of the end of the harvest season in Gaelic culture, and is sometimes[6] regarded as the "Celtic New Year".[7] Traditionally, the festival was a time used by the ancient Celtic pagans to take stock of supplies and slaughter livestock for winter stores. The ancient Celts believed that on October 31st, now known as Halloween, the boundary between the living and the deceased dissolved, and the dead become dangerous for the living by causing problems such as sickness or damaged crops. The festivals would frequently involve bonfires, into which the bones of slaughtered livestock were thrown. Costumes and masks being worn at Halloween goes back to the Celtic traditions of attempting to copy the evil spirits or placate them, in Scotland for instance where the dead were impersonated by young men with masked, veiled or blackened faces, dressed in white.[8][9]

[edit] Origin of name

The term Halloween, originally spelled Hallowe’en, is shortened from All Hallows’ Even ("All Hallows' Eve") [eve is an abbreviation of even, an older word for evening. Halloween gets -een as a contraction of even to e'en], from the Old English term eallra hālgena ǣfen meaning "All Hallow' Evening", as it is the eve of "All Hallows’ Day",[10] which is now also known as All Saints’ Day. It was a day of religious festivities in various northern European pagan traditions,[11] until Popes Gregory III and Gregory IV moved the old Christian feast of All Saints’ Day from May 13 (which had itself been the date of a pagan holiday, the Feast of the Lemures) to November 1. In the 9th century, the Church measured the day as starting at sunset, in accordance with the Florentine calendar. Although All Saints’ Day is now considered to occur one day after Halloween, the two holidays were, at that time, celebrated on the same day.

[edit] Symbols

A traditional Irish halloween Jack-o'-lantern from the early 20th century on display in the Museum of Country Life, Ireland.

On All Hallows’ eve, the ancient Celts would place a skeleton on their window sill to represent the departed. Originating in Europe, these lanterns were first carved from a turnip or rutabaga. Believing that the head was the most powerful part of the body, containing the spirit and the knowledge, the Celts used the "head" of the vegetable to frighten off the embodiment of superstitions.[12] Welsh, Irish and British myth are full of legends of the Brazen Head, which may be a folk memory of the widespread ancient Celtic practice of headhunting - the results of which were often nailed to a door lintel or brought to the fireside to speak their wisdom. The name jack-o'-lantern can be traced back to the Irish legend of Stingy Jack,[13] a greedy, gambling, hard-drinking old farmer. He tricked the devil into climbing a tree and trapped him by carving a cross into the tree trunk. In revenge, the devil placed a curse on Jack, condemning him to forever wander the earth at night with the only light he had: a candle inside of a hollowed turnip. The carving of pumpkins is associated with Halloween in North America[14] where pumpkins are both readily available and much larger- making them easier to carve than turnips. Many families that celebrate Halloween carve a pumpkin into a frightening or comical face and place it on their doorstep after dark. The American tradition of carving pumpkins preceded the Great Famine period of Irish immigration[15][16][17][18][19] and was originally associated with harvest time in general, not becoming specifically associated with Halloween until the mid-to-late 19th century.[20][21][22]

The imagery surrounding Halloween is largely an amalgamation of the Halloween season itself, works of Gothic and horror literature, in particular novels Frankenstein and Dracula, and nearly a century of work from American filmmakers and graphic artists,[23] and British Hammer Horror productions, also a rather commercialized take on the dark and mysterious. Halloween imagery tends to involve death, evil, the occult, magic, or mythical monsters. Traditional characters include the Devil, the Grim Reaper, ghosts, ghouls, demons, witches, pumpkin-men, goblins, vampires, werewolves, martians, zombies, mummies, pirates, skeletons, black cats, spiders, bats, owls, crows, and vultures.[24]

Particularly in America, symbolism is inspired by classic horror films (which contain fictional figures like Frankenstein's monster and The Mummy). Elements of the autumn season, such as pumpkins, corn husks, and scarecrows, are also prevalent. Homes are often decorated with these types of symbols around Halloween.

The two main colors associated with Halloween are orange and black.[25]

[edit] Trick-or-treating and guising

Typical Halloween scene in Dublin, Ireland.

Trick-or-treating is a customary celebration for children on Halloween. Children go in costume from house to house, asking for treats such as candy or sometimes money, with the question, "Trick or treat?" The word "trick" refers to a (mostly idle) threat to perform mischief on the homeowners or their property if no treat is given. In some parts of Ireland and Scotland children still go guising. In this custom the child performs some sort of show, i.e. sings a song or tells a ghost story, in order to earn their treats.

[edit] Costumes

Halloween costumes are traditionally those of monsters such as ghosts, skeletons, witches, and devils. They are said to be used to scare off demons. Costumes are also based on themes other than traditional horror, such as those of characters from television shows, movies, and other pop culture icons

[edit] Costume sales

BIGresearch conducted a survey for the National Retail Federation in the United States and found that 53.3% of consumers planned to buy a costume for Halloween 2005, spending $38.11 on average (up $10 from the year before). They were also expected to spend $4.96 billion in 2006, up significantly from just $3.3 billion the previous year.[26]

[edit] UNICEF

"Trick-or-Treat for UNICEF" has become a common sight during Halloween in North America. Started as a local event in a Philadelphia suburb in 1950 and expanded nationally in 1952, the program involves the distribution of small boxes by schools (or in modern times, corporate sponsors like Hallmark, at their licensed stores) to trick-or-treaters, in which they can solicit small-change donations from the houses they visit. It is estimated that children have collected more than $118 million (US) for UNICEF since its inception. In 2006, UNICEF discontinued their Halloween collection boxes in parts of the world, citing safety and administrative concerns.[27]

[edit] Games and other activities

In this Halloween greeting card from 1904, divination is depicted: the young woman looking into a mirror in a darkened room hopes to catch a glimpse of the face of her future husband.

There are several games traditionally associated with Halloween parties. One common game is dunking or apple bobbing, in which apples float in a tub or a large basin of water and the participants must use their teeth to remove an apple from the basin.[28] A variant of dunking involves kneeling on a chair, holding a fork between the teeth and trying to drop the fork into an apple[29]. Another common game involves hanging up treacle or donuts by strings; these must be eaten without using hands while they remain attached to the string, an activity that inevitably leads to a very sticky face.

Some games traditionally played at Halloween are forms of divination. In Puicíní (pronounced "poocheeny"), a game played in Ireland, a blindfolded person is seated in front of a table on which several saucers are placed. The saucers are shuffled, and the seated person then chooses one by touch; the contents of the saucer determine the person's life during the following year. In 19th-century Ireland, young women placed slugs in saucers sprinkled with flour.[30][31] A traditional Irish and Scottish form of divining one's future spouse is to carve an apple in one long strip, then toss the peel over one's shoulder. The peel is believed to land in the shape of the first letter of the future spouse's name. This custom has survived among Irish and Scottish immigrants in the rural United States.[citation needed]

Unmarried women were told[who?] that if they sat in a darkened room and gazed into a mirror on Halloween night, the face of their future husband would appear in the mirror. However, if they were destined to die before marriage, a skull would appear. The custom was widespread enough to be commemorated on greeting cards from the late 19th and early 20th centuries.

The telling of ghost stories and viewing of horror films are common fixtures of Halloween parties. Episodes of TV series and specials with Halloween themes (with the specials usually aimed at children) are commonly aired on or before the holiday, while new horror films, are often released theatrically before the holiday to take advantage of the atmosphere.

[edit] Haunted attractions

Haunted attractions are entertainment venues designed to thrill and scare patrons; most are seasonal Halloween businesses. Origins of these paid scare venues are difficult to pinpoint, but it is generally accepted that they were first commonly used by the Junior Chamber International (Jaycees) for fundraising.[32] They include haunted houses, corn mazes, and hayrides,[33] and the level of sophistication of the effects has risen as the industry has grown. Haunted attractions in the United States bring in an estimate $300–500 million each year, and draw some 400,000 customers, although trends suggest a peak in 2005[32]. This increase in interest has led to more highly technical special effects and costuming that is comparable with that in Hollywood films.[34]

[edit] Foods

Because the holiday comes in the wake of the annual apple harvest, candy apples (known as toffee apples outside North America), caramel or taffy apples are a common Halloween treat made by rolling whole apples in a sticky sugar syrup, sometimes followed by rolling them in nuts.

At one time, candy apples were commonly given to children, but the practice rapidly waned in the wake of widespread rumors that some individuals were embedding items like pins and razor blades in the apples.[35] While there is evidence of such incidents,[36] they are quite rare and have never resulted in serious injury. Nonetheless, many parents assumed that such heinous practices were rampant. At the peak of the hysteria, some hospitals offered free x-rays of children's Halloween hauls in order to find evidence of tampering. Virtually all of the few known candy poisoning incidents involved parents who poisoned their own children's candy, and there have been occasional reports of children putting needles in their own (and other children's) candy in need of a bit of attention.[citation needed]

One custom that persists in modern-day Ireland is the baking (or more often nowadays, the purchase) of a barnbrack (Irish "báirín breac"), which is a light fruitcake, into which a plain ring, a coin and other charms are placed before baking. It is said that those who get a ring will find their true love in the ensuing year. This is similar to the tradition of king cake at the festival of Epiphany.

Other foods associated with the holiday:

[edit] Around the world

With its roots in Celtic cultures, Halloween is not celebrated in all countries and regions of the world, and among those that do the traditions and importance of the celebration vary significantly. Celebration in the United States has had a significant impact on how the holiday is observed in other nations. The history of Halloween traditions in a given country also lends context to how it is presently celebrated.

[edit] Religious perspectives

In North America, Christian attitudes towards Halloween are quite diverse. In the Anglican Church, some dioceses have chosen to emphasize the Christian traditions of All Saints’ Day,[37][38] while some other Protestants celebrate the holiday as Reformation Day, a day of remembrance and prayers for unity.[39] Celtic Christians may have Samhain services that focus on the cultural aspects of the holiday, in the belief that many ancient Celtic customs are "incompatible with the new Christian religion. Christianity embraced the Celtic notions of family, community, the bond among all people, and respect for the dead. Throughout the centuries, pagan and Christian beliefs intertwine in a gallimaufry (hodgepodge) of celebrations from October 31 through November 5, all of which appear both to challenge the ascendancy of the dark and to revel in its mystery."[40]

Many Christians ascribe no negative significance to Halloween, treating it as a purely secular holiday devoted to celebrating "imaginary spooks" and handing out candy. Halloween celebrations are common among Roman Catholic parochial schools throughout North America and in Ireland. In fact, the Roman Catholic Church sees Halloween as having a Christian connection.[41] Father Gabriele Amorth, a Vatican-appointed exorcist in Rome, has said, "[I]f English and American children like to dress up as witches and devils on one night of the year that is not a problem. If it is just a game, there is no harm in that."[1] Most Christians hold the view that the tradition is far from being "satanic" in origin or practice and that it holds no threat to the spiritual lives of children: being taught about death and mortality, and the ways of the Celtic ancestors actually being a valuable life lesson and a part of many of their parishioners' heritage.[40] Other Christians feel concerned about Halloween, and reject the holiday because they believe it trivializes (and celebrates) "the occult" and what they perceive as evil.[2] A response among some fundamentalists in recent years has been the use of Hell houses or themed pamphlets (such as those of Jack T. Chick) which attempt to make use of Halloween as an opportunity for evangelism.[42] Some consider Halloween to be completely incompatible with the Christian faith[43] due to its origin as a pagan "Festival of the Dead." In more recent years, the Roman Catholic Archdiocese of Boston has organized a "Saint Fest" on the holiday.[42] Many contemporary Protestant churches view Halloween as a fun event for children, holding events in their churches where children and their parents can dress up, play games, and get candy.

Religions other than Christianity also have varied views on Halloween. Some Wiccans feel that the tradition is offensive to "real witches" for promoting stereotypical caricatures of "wicked witches".[3]

In Arab countries where it is celebrated, devotion is given to St. Barbara.

[edit] See also

[edit] References

  1. ^ a b Gyles Brandreth, "The Devil is gaining ground" The Sunday Telegraph (London), March 11, 2000.
  2. ^ a b Halloween: Satan's New Year (2006) by Billye Dymally, Halloween: Counterfeit Holy Day (2005) by Kele Gershom, and Halloween: What's a Christian to Do? (1998) by Steve Russo. An opposing viewpoint is found in The Magic Eightball Test: A Christian Defense of Halloween and All Things Spooky (2006) by Lint Hatcher.
  3. ^ a b Reece, Kevin (2004-10-24). "School District Bans Halloween". KOMO News. http://www.komonews.com/news/archive/4136266.html. Retrieved 2006-09-14.
  4. ^ "Halloween Comes to America". A&E Television Networks. http://www.history.com/minisite.do?content_type=Minisite_Generic&content_type_id=715&display_order=1&sub_display_order=2&mini_id=1076. Retrieved 2008-11-12.
  5. ^ Nicholas Rogers, "Samhain and the Celtic Origins of Halloween," Halloween: From Pagan Ritual to Party Night (New York: Oxford University Press, 2002), 11-21.
  6. ^ Hutton, Ronald (1996) Stations of the Sun: A History of the Ritual Year in Britain. Oxford, Oxford University Press ISBN 0192880454
  7. ^ Danaher, Kevin (1972) The Year in Ireland: Irish Calendar Customs Dublin, Mercier. ISBN 1-85635-093-2 pp.190–232
  8. ^ Campbell, John Gregorson (1900, 1902, 2005) The Gaelic Otherworld. Edited by Ronald Black. Birlinn Ltd. ISBN 1-84158-207-7 pp.559-62
  9. ^ Arnold, Bettina (2001-10-31). "Halloween Customs in the Celtic World". University of Wisconsin-Milwaukee. http://www.uwm.edu/~barnold/lectures/holloween.html. Retrieved 2007-10-16.
  10. ^ Simpson, John; Weiner, Edmund (1989). Oxford English Dictionary (second ed.). London: Oxford University Press. ISBN 0-19-861186-2. OCLC 17648714.
  11. ^ Danaher, Kevin (1972) The Year in Ireland: Irish Calendar Customs Dublin, Mercier. ISBN 1-85635-093-2 pp.190–232
  12. ^ "Halloween and the jack-o-lantern". Witchway.net. http://www.witchway.net/hallows/jack.html. Retrieved 2008-10-31.
  13. ^ History of the Jack O'Lantern, Pumpkin Nook
  14. ^ Skal, David J. (2002). Death Makes a Holiday: A Cultural History of Halloween. New York: Bloomsbury, 34. ISBN 1-58234-230-X.
  15. ^ Family Days Out - Family days out
  16. ^ Wallcoo.net
  17. ^ Kakvo.org (Bulgarian)
  18. ^ Halloween Fright
  19. ^ Guet.edu.cn
  20. ^ Family Days Out - Family days out
  21. ^ Wallcoo.net
  22. ^ Kakvo.org (Bulgarian)
  23. ^ Nicholas Rogers, "Halloween Goes to Hollywood," Halloween: From Pagan Ritual to Party Night (New York: Oxford University Press, 2002), 103-124.
  24. ^ Hal Siemer, Spooky Halloween: A Celebration of the Dark., QuestMagazine.com.
  25. ^ Steven Heller. Halloween: Vintage Holiday Graphics. Taschen. 2005.
  26. ^ Grannis, Kathy; Scott Krugman (September 20, 2006). "As Halloween Shifts to Seasonal Celebration, Retailers Not Spooked by Surge in Spending" (HTML). National Retail Federation. http://www.nrf.com/content/default.asp?folder=press/release2006&file=halloween06.htm. Retrieved 31 October 2006.
  27. ^ Beauchemin, Genevieve; CTV.ca News Staff (2006-05-31). "UNICEF to end Halloween 'orange box' program". CTV. http://www.ctv.ca/servlet/ArticleNews/story/CTVNews/20060530/unicef_orange_060530?s_name=&no_ads=. Retrieved 2006-10-29.
  28. ^ Kids-Fun-And-Games.com
  29. ^ "Halloween Party Game Ideas" Kidzworld.com. Retrieved on 2009-03-17.
  30. ^ Economicexpert.com
  31. ^ Everything Preschool - Early Childhood Education Made Easy
  32. ^ a b Associated Press (2005-10-30). "Haunted house business getting frightfully hard". MSNBC.com. MSNBC. http://www.msnbc.msn.com/id/9855272/. Retrieved 2008-11-18.
  33. ^ Greg Ryan (2008-09-17). "A Model of Mayhem". Hudson Valley Magazine. http://www.hvmag.com/Hudson-Valley-Magazine/October-2008/A-Model-of-Mayhem/. Retrieved 2008-10-06.
  34. ^ Wilson, Craig (2006-10-12). "Haunted houses get really scary". USAToday.com. http://www.usatoday.com/life/lifestyle/2006-10-11-haunted-house-main_x.htm.
  35. ^ Nicholas Rogers, "Razor in the Apple: Struggle for Safe and Sane Halloween, c. 1920-1990," Halloween: From Pagan Ritual to Party Night (New York: Oxford University Press, 2002), 78-102.
  36. ^ "Urban Legends Reference Pages: Pins and Needles in Halloween Candy". Snopes.com. http://www.snopes.com/horrors/mayhem/needles.asp. Retrieved 2008-10-31.
  37. ^ "Bishop challenges supermarkets to lighten up Halloween" (HTML). www.manchester.anglican.org. n.d.. http://www.cofe.anglican.org/news/pr9106.html. Retrieved 2006-10-22.
  38. ^ "Halloween and All Saints Day" (HTML). newadvent.org. n.d.. http://www.newadvent.org/cathen/01315a.htm. Retrieved 2006-10-22.
  39. ^ "Reformation Day: What, Why, and Resources for Worship" (HTML). The General Board of Discipleship of The United Methodist Church. 2005-10-21. http://www.gbod.org/worship/default.asp?act=reader&item_id=15084&loc_id=9,612,32,52. Retrieved 2006-10-22.
  40. ^ a b "Feast of Samhain/Celtic New Year/Celebration of All Celtic Saints November 1" (HTML). All Saints Parish. n.d.. http://allsaintsbrookline.org/celtic/samhain.html. Retrieved 2006-11-22.
  41. ^ Halloween’s Christian Roots AmericanCatholic.org. Retrieved on October 24, 2007.
  42. ^ a b "Salem 'Saint Fest' restores Christian message to Halloween" (HTML). www.rcab.org. n.d.. http://www.rcab.org/Pilot/2004/ps041105/saintfest.html. Retrieved 2006-10-22.
  43. ^ ""Trick?" or "Treat?"—Unmasking Halloween" (HTML). The Restored Church of God. n.d.. http://www.thercg.org/articles/totuh.html. Retrieved 2007-09-21.

[edit] Further reading

  • Diane C. Arkins, Halloween: Romantic Art and Customs of Yesteryear, Pelican Publishing Company (2000). 96 pages. ISBN 1-56554-712-8
  • Diane C. Arkins, Halloween Merrymaking: An Illustrated Celebration Of Fun, Food, And Frolics From Halloweens Past, Pelican Publishing Company (2004). 112 pages. ISBN 1-58980-113-X
  • Lesley Bannatyne, Halloween: An American Holiday, An American History, Facts on File (1990, Pelican Publishing Company, 1998). 180 pages. ISBN 1-56554-346-7
  • Lesley Bannatyne, A Halloween Reader. Stories, Poems and Plays from Halloweens Past, Pelican Publishing Company (2004). 272 pages. ISBN 1-58980-176-8
  • Phyllis Galembo, Dressed for Thrills: 100 Years of Halloween Costumes and Masquerade, Harry N. Abrams, Inc. (2002). 128 pages. ISBN 0-8109-3291-1
  • Lint Hatcher, The Magic Eightball Test: A Christian Defense of Halloween and All Things Spooky, Lulu.com (2006). ISBN 978-1847287564
  • Ronald Hutton, Stations of the Sun: A History of the Ritual Year in Britain, Oxford Paperbacks (2001). 560 pages. ISBN 0-19-285448-8
  • Jean Markale, The Pagan Mysteries of Halloween: Celebrating the Dark Half of the Year (translation of Halloween, histoire et traditions), Inner Traditions (2001). 160 pages. ISBN 0-89281-900-6
  • Lisa Morton, The Halloween Encyclopedia, McFarland & Company (2003). 240 pages. ISBN 0-7864-1524-X
  • Nicholas Rogers, Halloween: From Pagan Ritual to Party Night, Oxford University Press (2002). 198 pages. ISBN 0-19-514691-3
  • Jack Santino (ed.), Halloween and Other Festivals of Death and Life, University of Tennessee Press (1994). 280 pages. ISBN 0-87049-813-4
  • David J. Skal, Death Makes A Holiday: A Cultural History of Halloween, Bloomsbury USA (2003). 224 pages. ISBN 1-58234-305-5
  • Ben Truwe, The Halloween Catalog Collection. Portland, Oregon: Talky Tina Press (2003). ISBN 0-9703448-5-6.